![]() |
| Cerita Sex Hafni ABG Yang Dipaksa Melayani Nafsu Si Tora |
Tinggi 161 cm, berat 50 kg, Buah dada ukuran 34b, rambut
panjang kulit sawo matang. Tampang sih biasa biasa aja, cuma yang menonjol adalah
buah dada and bodyku.
Penilaian ini aku ambil dari pendapat teman-temanku yang
sering memuji akan ukuran buah dadaku maupun bodyku (karena udah berbentuk
ketika aku masih berumur 16 thn). Ok, masuk ke cerita ku ya…
Aku yang ingin mendapatkan pendidikan lebih baik terpaksa
harus melanjutkan sekolah di luar daerah setelah aku lulus SMP. Akhirnya suatu
kota pun menjadi pilihanku, dan ortuku setuju agar aku bersekolah di daerah
itu.
Setelah segala urusan untuk masuk sekolah selesai, mamiku yang
mengantar kembali ke daerah asalnya, tinggalah aku sendiri di tempat kostku.
Hari-hari aku lewati dengan penuh perkenalan, baik di
sekolah maupun tempat aku tinggal. Salah satunya aku berkenalan dengan Tora, keponakan
pemilik kost. Kostku semi permanen dan 2 tingkat, kamarku pun terletak di
lantai 2. Tempat favoritku di teras atas, karena kalau udah duduk di situ pasti
mata ini jadi sayup terkena hembusan angin sepoi sepoi… ketika aku duduk duduk
diatas, aku sering dapatin mata si Tora melototin aku kalau pas dia juga lagi
nyantai disitu. Sebagai cewek,naluriku mengatakan aku harus waspada terhadap Tora, karena
tatapannya itu bagaikan singa yang ingin menerkam mangsanya.
Aku hanya pura pura gak tau aja kalau sering di lihat napsu
ma si Tora, kalau dia ajak cerita aku ladenin aja, dari pada gak ada kerjaan di
kost dan takut di anggap sombong sama si Tora. Kalau lagi ngobrol ngobrol gitu sama
Tora,matanya sering curi curi pandang ke arah buah dadaku yang membusung.
Walaupun umurku baru 16thn, aku udah punya susu yang besar
dan aku gak malu malu untuk membusungkan dadaku, gak seperti kebanyakan cewek
cewek lain yang sering gak PeDe dan membungkuk untuk menutupi buah dada mereka
yang besar.
Suatu malam…. ketika aku pulang dari acara HUT temenku, karena
gerah aku pun memutuskan utk mandi walaupun sebenarnya pada saat itu waktu sudah
menunjukan pukul 9. Satu persatu kain yang menutupi badan aku lepaskan…
perlahan kupegang pengait tali BH ku untuk melepaskannya, ketika BH terlepas
dan susuku langsung mekar indah tanpa ada penghalang lagi, tiba tiba ada bunyi
mencurigakan di atas loteng… sejenak aku lihat keatas kemudian akhirnya aku
berjalan menuju kamar mandi tanpa menghiraukan lagi bunyi tersebut.
Segera handuk kulepas dan juga celana dalamku yang belum
sempat ku buka tadi. Aku mulai menyirami tubuhku dengan air yang dingin…
terlebih dahulu bagian kepala yang aku siram,katanya sih supaya tubuh dapat
menyesuaikan suhu air dan bisa mencegah flu akibat mandi malam. Setelah itu
barulah ku guyur seluruh badanku dengan air.
Kurasakan setiap alur air yang
merambat mengikuti lekuk lekuk tubuhku,menuruni leher sampai ke sela sela
susuku… turun lagi sampai vaginaku yang sudah di tumbuhi bulu bulu halus. Aku mulai
menggosok badan dengan sabun hingga ke ujung ujung kaki… tidak lupa tanganku
singgah sebentar di vaginaku utk membersihkannya… ku gosok gosok belahan
vaginaku sampai terkadang rasa geli menghampiriku…
Setelah mandi aku pun kembali ke kamar. Malam ini kurasakan
hawa nya berbeda, panas… dan seperti biasanya kalau begini, aku tidur hanya
menggunakan CD dan BH. BH yang aku ambil dan pakai kali ini udah agak kekecilan
atau mungkin susuku yang udah bertambah besar sehingga pengait BH ini sudah
susah untuk aku kaitkan… akhirnnya karena kesal aku pun melepaskan BH itu.
Akhirnya aku pun tidur hanya menggunakan CD aja.
Dalam asik asik nya tidur… aku merasakan seperti ada yang
sedang menggoyang-goyang tubuhku… namun karena rasa ngantuk yang sangat… maka
aku gak langsung bangun, hanya membuka mata perlahan-lahan…
Samar samar gak ada yang terlihat karena gelapnya kamarku…
namun ketika mata mulai menyesuaikan dengan keadaan gelapnya kamar, di bantu
dengan cahaya yang berpancar lewat fentilasi, kudapati ada sesosok tubuh di
ujung tempat tidurku… karena kaget aku langsung bangun sambil menutup badan
dengan selimut…
Lelaki yang berada dalam kamar itupun sudah tidak mengenakan
apa apa lagi… serasa aku ingin teriak sekencang-kencangnya namun tidak ada
tenaga seakan di terhipnotis oleh keadaan ini. Mataku mulai melihat sesuatu
yang nampak menonjol dari pria itu… tonjolan yang selama ini belum pernah aku
lihat secara langsung…
Terdiam seakan dihipnotis, aku hanya melihat lelaki itu
mengitari tempat tidurku…. perlahan mulai naik dan sekarang dia dekat sekali dengan
ku sehingga aku dapat mengenalinya…. dia menutupi mulutku dan mengatakan bahwa
kalau aku sampai teriak maka kita akan sama-sama tanggung malunya. Aku hanya
terdiam tidak menyangka akan terjadi seperti ini… air matakupun mulai menetes
satu demi satu…
Tora melihatku yang hanya diam saja mulai melepaskan
tangannya dari mulutku… dan mulai menurunkan selimut yang menutupi leher hingga
ujung kakiku… aku hanya pasrah ketika tangannya mulai menyentuh susuku… di
remas susuku secara perlahan,di usapusap hingga ke ujung pentil… kemudian tangannya
mulai turun ke perut sampai ke celana dalamku. Di usap usapnya vagina ku dari
luar celana dalam, dari celahnya dia mulai memasukan tangannya utk menyentuh
langsung vaginaku… bagaikan tersengat listrik ketika ujung jarinya mulai
menyentuh bibir vaginaku…
Tiba tiba ada keinginanku untuk melepaskan diri,
mempertahankan kehormatan yang aku punya… aku dorong Tora sekuat tenaga… Tora yang
badannya besar dan tinggi itupun terjatuh dari tempat tidur… secepatnya aku
menutup badanku dengan selimut dan lari menuju pintu, namun Tora sudah
menangkap dan memelukku dari belakang kemudian membantingku kembali ke tempat
tidur….
Aku tergeletak tak berdaya… selimut yang menutupi tubuhku
sudah di pindahkan,aku terlentang… susuku kini mengacung tinggi ke atas
menunggu hisapan dari Tora… celana dalamku kini sudah di lepas… dan aku siap untuk
di setubuhi oleh Tora…
Namun ternyata Tora bukanlah orang yang ingin cepat cepat
menghabiskan hidangannya… dia perlahan mulai menjilati kakiku sampai ke pahaku.
Tora terdiam sejenak memandangi vaginaku yang sudah ada di depan matanya…. Tiba
tiba bagaikan singa yang lapar, mulutnya langsung menerkam vaginaku…
dijilatinya dengan rakus, sela sela vaginaku di hisap dan di tarik-tarik menggunakan
mulutnya… kelentitku di hisap… aku mulai merasakan suatu kenikmatan yang belum
pernah aku rasakan… ini adalah kejadian pertama dalam hidupku…. aku mulai
menutup mata merasakan setiap jilatan liar di vaginaku…
Tiba tiba Tora berdiri kemudian menyuruhku utk menghisap
penisnya.
Perlahan aku bangun dari posisi tidurku… Tora menyodorkan
tonjolan yang pertama aku lihat tadi… sambil tutup mata, kubuka mulut dan
menerima penis Tora yang besar dan panjang itu di dalam mulutku.. mulutku
terasa sesak oleh penisnya,di dorong-dorong penisnya di dalam mulutku sampai
terasa kena di dinding tenggorokanku… di maju mundurkan nya secara perlahan
kepala ku hingga susuku pun ikut bergoyang…
Setelah Tora puas, dia mulai menindih ku… ujung penisnya
kini diarahkan di depan vaginaku.. karena vaginaku sudah licin akibat hisapan Tora
di tambah dengan cairan dari vaginaku sendiri, Tora menggosok-gosokan kepala
penisnya yang sudah di sunat itu di vaginaku… kemudian perlahan di memasukan
penisnya yang besar dan panjang itu… aku hanya bisa menggigit bibirku dan
menutup mata… aku rasakan penisnya mulai merobek setiap inci dalam
vaginaku,masuk secara perlahan-lahan hingga akhirnya tembuslah perawanku… aku
merasakan perih yang luar biasa di dalam vaginaku…. darah mulai menetes keluar
dari dalam vaginaku… Tora terlihat senyum penuh kemenangan karena sudah
berhasil menjebol pertahananku…
Tora mulai menggenjot perlahan penisnya,,sedangkan aku masih bertahan dengan rasa perih yang kurasakan… terasa vaginaku akan sobek utk kedua kalinya ketika Tora menusukan sepenuhnya penisnya didalam vaginaku… terasa ujung penisnya menyentuh rahimku…. mataku membelalak ke atas hingga hanya putihnya yang kentara sambil tanganku meremas bahu Tora….
Perlahan-lahan aku mulai terbiasa dengan sodokan Tora, aku
mulai merasakan kenikmatan ketika penisnya masuk penuh ke dalam vagina ku…. ohhhh…
terus sayangggg…. enak banget…. ucapku perlahan di tepi telinganya… kedua
kakiku kini mulai menekan pantatnya agar bisa menusukan lebih dalam lagi
penisnya… aaaahhhhh….. sayanggggg…. suaraku mulai agak serak menandakan aku
udah mendekati klimaks. Iya sayaaaannnggg… bentar lagi kita keluarin bareng
bareng yaaaaggghhh…balas Tora tanpa mengurangi tempo goyangan penisnya….
Mendadak sodokan penis Tora menjadi cepat… aku yang sudah
sangat kenikmatan sontak langsung meremas rambut Tora dan Tora kembali
mencumbuiku dengan ganasnya, telinga dan leherku dijilatinya dengan buas…..
tempat tidur berderak derik bagaikan sedang di pacu… tiba-tiba aku merasakan
kenikmatan tiada taranya dan seperti ada yang akan meledak dari dalam tubuhku….
Penis Tora pun kurasakan bertambah besar dan panjang menambah kenikmatan
klimaksku…
Hingga akhirnya keluarlah air kenikmatanku dan kedutan
kedutan vaginaku, aku hanya bisa melenguh kenikmatan…. ooooohhhhh oooooohhhh
oooooohhhhh dengan mata tertutup sambil meremas-remas rambut, bahu dan bagian
belakang tubuh Tora …. sungguh kenikmatan tiada tara yang kurasakan…
Tak lama kemudian Tora pun mencapai klimaksnya di dalam
vaginaku sambil meremas susuku yang udah kenceng banget… kurasakan semburan yang
hangat keluar dari ujung penis Tora sambil dia menciumku liar.
Tanpa kusadari pantatku ikut bergoyang menerima klimaksnya Tora…
Kami berdua terdiam sejenak sambil menikmati sisa-sisa klimaks kami… hingga akhirnya penis Tora terasa mengecil di dlm vaginaku. Tora pun bangun dan menyalakan lampu kamar….
Karena malu aku hanya bisa menutup muka dengan kedua tanganku seakan tak percaya dengan kejadian ini…
Seakan mengetahui kegalauanku, Tora menghampiriku dan
berbisik bahwa dia mencintaiku dan akan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Cerita Sex Selingkuh,
Cerita Sex, Cerita Sex 2017, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Seks, Cerita Panas,
Cerita Bokep, Cerita Mesum, Cerita Hot, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Panas,
Cerita Bokep Seks, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Kisah Seks, Cerita
Panas, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Kisah Panas



No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.